JIWA YANG TERIKAT SATU SAMA LAIN

JIWA YANG TERIKAT SATU SAMA LAIN

  • WpView
    LECTURES 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., juil. 11, 2025
hai haii jadi aku mau membikin cerita ini terinspirasi dari kenalan ku dia suka banget sama cerita roman dan aku gak tau kenapa pingin bikin cerita itu so ini sneak peak kecil aja ya... "Tidak,tidak kamu pasti lagi bercanda kan iya kan ini semua cuma bercanda kan plis bangun lah ini gak lucu"kata seseorang yang masih tak percaya bahwa pasangannya telah meninggalkan nya di dunia ia menangis tak henti-henti beberapa tahun berlalu waktu ke waktu tahun ke tahun hari ke hari "sudah beberapa tahun lamanya kamu meninggalkan ku sendirian di dunia kejam ini dan aku tetap tak bisa merelakan mu sedikit walau aku sudah berusaha merela kan mu maaf ya kalo kamu masih tak tenang sedikit dialam sana" sudah beberapa tahun orang itu merindukan sesosok yang membikin ia nyaman "aku harap kita bisa bertemu di kehidupan yang lain,menjadi sepasang kekasih lagi dan hidup hingga tua dengan akhir yang bahagia aku harap selamat tinggal kekasih ku" " waktu memang bisa memisahkan kita berdua namun tidak dengan cinta kita"
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu