OH NO! DUDA?! || SELESAI

OH NO! DUDA?! || SELESAI

  • WpView
    Reads 1,862,231
  • WpVote
    Votes 58,625
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Pernah mendengar kata "Perjodohan?" Mendengar dari namanya saja terasa begitu mengerikan, bukan? terlebih jika harus mengalaminya secara langsung. Apa tidak mati berdiri di buatnya? Zoya Anggun Abigail, perempuan dua puluh tujuh tahun yang menganut paham "Independent Woman" itu harus mengalami perjodohan yang direncanakan oleh sang mama. Namun, yang sangat membuat Zoya terkejut setengah mati adalah---- mamanya menjodohkan dirinya dengan seorang laki-laki berstatus duda dengan satu buntut. Dan, yang paling parah adalah umur laki-laki yang akan di jodohkan dengannya berusia tiga puluh delapan tahun, hampir empat puluh tahun?! Mamanya benar-benar gila. ---- "Mama pikir ini masih zaman Siti Nurbaya apa? Kenapa harus pakai acara di jodohin segala? Mana duda dan punya satu buntut lagi. Kenapa gak mama aja yang nikah sama dia? Dia duda dan mama janda, cocok!" ~ Zoya Anggun Abigail ----- Start : 24 Juli 2025 Finish : 22 Agustus 2025
All Rights Reserved
#822
bedausia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Nakula
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines