
Apa itu seorang pembully? Seorang penindas, tukang kasar, si paling atas? Atau justru... seseorang yang pernah dikasari duluan, dan akhirnya tumbuh percaya bahwa menyakiti lebih aman daripada disakiti? Carina Estelle Harrys tahu jawabannya. Karena dia adalah keduanya. Di sekolah elit Prestleigh, dia terkenal sebagai gadis kaya, arogan, dan tak tersentuh. Bersama gengnya, Carina menciptakan neraka kecil bagi siapa pun yang dianggap mengganggu zona kekuasaannya. Tapi saat bel pulang berbunyi, Carina kembali ke rumah megah yang sunyi- Tinggal hanya berdua dengan saudara kembarnya, Kieran, setelah ditinggal oleh ayah yang menikah lagi dan meninggalkan mereka tanpa sedikit pun rasa bersalah. Ibunya telah lama mati, setelah bertahun-tahun melampiaskan obsesi dan kemarahannya kepada Carina dengan kekerasan yang membekas hingga kini. Di saat luka belum sembuh, Carina dipaksa bertunangan dengan Jovan Rey Adikara- laki-laki yang tak pernah mencintainya, dan diam-diam justru menjalin hubungan dengan siswi beasiswa dari latar belakang keluarga sederhana dan penuh kasih. Carina membenci gadis itu. Tapi diam-diam... ia juga iri. Iri pada pelukan hangat yang gadis itu dapat tiap pagi. Pada senyum tulus yang tak perlu ditukar dengan rasa sakit. Carina membully bukan karena ia jahat. Tapi karena itu satu-satunya cara agar ada yang melihatnya. Dan semakin ia mencoba merebut cinta Jovan, semakin ia sadar ia sedang mengulang luka ibunya sendiri. Karena perempuan... kadang tumbuh menjadi apa yang paling mereka takuti. Ini bukan kisah cinta yang manis. Ini tentang luka, pengkhianatan, dan seorang gadis yang hanya ingin seseorang bertahan untuknya, meski dengan cara yang salah.Todos los derechos reservados
1 parte