Si Cupid Masih Punya Sayap

Si Cupid Masih Punya Sayap

  • WpView
    Membaca 24
  • WpVote
    Vote 17
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 21, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Sinopsis Veysha Aurelienne Fatiha bukan gadis biasa. Ia bukan tipe yang suka pamer perasaan atau ngejar cowok sampai dapat. Tapi hatinya, sejak kelas dua SD, diam-diam menyimpan rasa untuk satu nama: Syufran Dhiyaulhaq-teman masa kecil yang ganteng, pintar, tenang, dan nggak pernah tahu bahwa selama belasan tahun, ada hati yang diam-diam menyebut namanya dalam setiap doa. Dari duduk sebangku di SD, tukar buku pelajaran di SMP, hingga fase-fase penuh luka di pesantren, Veysha tumbuh bersama rasa yang nggak pernah benar-benar pergi. Ia sempat mencoba jatuh cinta pada yang lain. Ia pernah disakiti, pernah diludahi oleh harapan yang salah, bahkan pernah dianggap "kudet" oleh teman-teman SD-nya sendiri. Tapi di antara semua itu, satu nama tetap diam di hatinya. Dan cinta yang katanya "halu" itu... ternyata punya napas panjang. Ini adalah kisah tentang cinta yang tumbuh tanpa kata, tentang hati yang bertahan meski dilupakan, dan tentang seorang cewek yang percaya: Kalau Cupid masih punya sayap, mungkin dia akan terbangkan panah terakhirnya... untukku dan dia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#143
cupid
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan