cerita "Langit Jogja Menyimpan Namamu", dengan nuansa sendu, harapan, dan latar khas dunia penerbangan dan Jogja Langit pagi di Bandara Adisutjipto masih menyisakan kabut tipis, ketika suara panggilan keberangkatan menggema dari pengeras suara. Aku berdiri diam, menatap pesawat yang perlahan melaju di landasan. Di balik jendela kaca, bayangan seragam putih dengan topi hitam itu perlahan menghilang dari pandangan-tapi tidak dari ingatanku. Namanya Arga. Dia adalah mimpi yang pernah aku genggam erat. Seorang pilot muda berbakat, yang datang ke hidupku dengan senyum sederhana dan membawa ribuan janji di bawah langit Jogja. Tapi takdir berkata lain-ia harus terbang jauh, sementara aku tertinggal dengan kenangan dan luka yang belum sembuh. Hari ini, aku kembali ke kota ini. Bukan untuk mencari dia... tapi untuk menemukan diriku sendiri. Atau mungkin... takdir ingin kami bertemu lagi?
More details