Privat But Not Secret (Dewtee)

Privat But Not Secret (Dewtee)

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 5, 2025
!plagiat di larang mampir! JANGAN SALAH LAPAK!!! ⚠️17+ ⚠️hanya untuk hiburan ⚠️bxb Dewa dan Theo adalah teman sekamar. Sejujurnya, Dewa tidak suka berbagi kamar dengan orang yang belum ia kenal. Dewa terpaksa berbagi kamar dengan Theo karena kamar yang lainnya sudah terisi penuh. Dewa dan Theo memiliki banyak kesamaan, seperti tinggi badan, hidung yang mancung, wajah yang tampan, bahkan sifat dan cara duduk mereka. Kesamaan itu membuat Dewa benci pada Theo. Namun seiring berjalannya waktu, Dewa menjadi terbiasa dengan keberadaan Theo. Lantas, bagaimana bisa mereka menjalin hubungan seperti sekarang? **** "Kemarin katanya suka sama Lia." -Dewa "Itu cuman buat pengalihan." -Theo **** "Selama ini belum ada yang tau sama hubungan kita. Jalanin kayak biasanya aja tapi spill tipis tipis, biarin mereka tau sendiri." -Theo "Gua ga masalah sih kalau hubungan kita ga di publish asalkan... lu ga deket deket sama yang lain." Dewa **** "Kemarin gua bilang apa? gua bilang jangan deket deket sama yang lain kan." -Dewa "Dewa, mereka cuman ngerangkul gua." -Theo **** Kepoin ceritanya yuk!!!
All Rights Reserved
#10
sekamar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines