EVERYTHING U ARE

EVERYTHING U ARE

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 7, 2025
Bukan karena berhenti mencintai. Tapi karena terus-menerus tak di hargai. Gabriel Nareswara tak pernah benar-benar ingin hubungannya dengan Thalita berakhir. Ia sudah mencoba segalanya-memberi waktu, mengalah, memahami, bahkan mengorbankan dirinya sendiri. Tapi ketika cinta berubah menjadi tuntutan, dan kehadirannya tak lagi dirayakan melainkan diharapkan sebagai kewajiban, perlahan-lahan ia kehilangan arah, kehilangan dirinya. Di tengah tekanan skripsi, beban organisasi, dan perasaan bersalah yang terus ia telan dalam diam, hadir Meidiana- yang diam-diam menggambar sosoknya dari kejauhan. Dian tak datang untuk menggantikan siapa pun. Ia hanya hadir. Ringan. Sepenuh hati. Dan anehnya... cukup. Namun gosip selalu punya cara menyederhanakan luka menjadi cerita. Ketika kabar mulai berhembus dan nama Ares tercatat dalam narasi yang tak ia tulis, ia harus memilih: bertahan dalam citra yang keliru, atau jujur pada perasaannya sendiri-meski harus kehilangan segalanya. Ini bukan kisah tentang pengkhianatan. Ini tentang seseorang yang akhirnya memilih pergi... saat diamnya tak lagi membantunya bertahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines