Awalnya, ritual tersebut tampak gagal. Mereka tertawa mengejek hingga tiba-tiba suhu ruangan merosot tajam. Suasana berubah mencekam saat boneka kayu di tangan Daffa dan Kenan mulai bergerak dengan sendirinya, menuliskan pesan-pesan gelap di atas kertas. Kegembiraan berubah menjadi teror ketika mereka menyadari bahwa mereka telah memanggil "sesuatu" yang tidak mau pergi. Satu per satu rahasia di antara keenam sahabat ini mulai terungkap secara paksa oleh entitas tersebut. Ketegangan memuncak saat pintu-pintu rumah terkunci rapat, dan mereka menyadari bahwa syarat untuk mengakhiri permainan ini jauh lebih mengerikan daripada sekadar membacakan mantra pamungkas. Di rumah Daffa yang terisolasi, malam itu bukan lagi soal membuktikan keberanian, melainkan perjuangan untuk bertahan hidup agar bisa melihat matahari pagi.
More details