Aqeela terlalu ribut untuk dunia Harry yang tenang.
Harry terlalu tenang untuk semesta Aqeela yang ramai.
Aqeela terbiasa menyembunyikan luka dengan tawanya yang keras namun nyatanya kepalanya terlalu berisik.
Harry terlalu diam, berpikir sebelum merasa dan menyimpan semuanya sendirian. Padahal nyatanya dia belum nemu orang yang bisa membuatnya buka suara.
Lalu takdir tanpa dipinta mempertemukan keduanya.
Aqeela dengan logikanya yang ajaib dan tawa tanpa aba-aba.
Harry dengan tatapan tenangnya yang selalu tahu kapan harus tinggal, bukan pergi.
Mereka gak nyari cinta.
Tapi pelan-pelan, mereka menemukan rumah-dalam bentuk yang paling tak terduga:
Saling melengkapi, tanpa harus berubah.
Todos los derechos reservados