RANUSENA

RANUSENA

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 5, 2025
"Tak semua rumah punya atap. Tak semua rasa punya nama." Elarin Senara Kailash. Di sekolah, ia dikenal sebagai sosok ceria, penuh tawa, dan kadang-terlalu sibuk membantu semua orang. Ia tahu caranya menjadi 'baik-baik saja'. Ia pandai menyembunyikan duka dalam candaan, dan memeluk luka tanpa suara. Tapi hidup terus bergulir: tentang dua abang yang menjadi tempat pulang, sahabat yang tahu lebih dari yang ia ceritakan, dan seorang Ranu-yang membuat jantungnya selalu merasa ikut ujian harian. Di sekolah, ia si tukang tertawa. Di rumah, ia si penengah diam-diam. Tapi siapa yang benar-benar tahu, bagaimana rasanya jadi Sena? Ini bukan sekadar cerita cinta remaja. Ini tentang keluarga yang retak, rasa yang membingungkan, dan keberanian untuk tetap bertahan saat semuanya terasa terlalu berat. Karena tidak semua luka harus berdarah, untuk terasa sakitnya. ••• 📖 Cerita ini untuk kamu yang pernah menyimpan tawa di balik air mata.
All Rights Reserved
#253
lovetriangle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines