Cala wants IT!

Cala wants IT!

  • WpView
    Reads 4,707
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
21++ Mature Content, semoga Readers akan bijak❤️ Ini cerita udah Tamat di 2020, dibaca 14JT++ tapi dihapus wattpad🤏🏻 Cewek ini baru menginjak 18 tahun, umur-umurnya explore hal-hal baru dalam hidupnya, termasuk lust and love -Nafsu dan Cinta. "Eh, Halo...kak Bagas..?" Suara lembut cewek menyambut gue di ujung telpon. Suaranya sedikit terengah-engah. "Kak Bagas, ini Cala. Maaf banget ganggu malem-malem..." Gue refleks duduk tegak. Cala? Yang itu? "Jadi gini...rumahku mati lampu dan aku sendirian. Malem ini aku boleh nginep rumah kak Bagas aja gak ya..?" Perlu lima detik untuk gue bisa mencerna kalimat tersebut kata-perkata, terlalu bom atom untuk gue. Apa barusan dia bilang... nginep? HAH..? "Aku cuma... takut sendirian. Kak Bagas, boleh yaa? Malam iniii aja..?" Ah pikiran gue pun kemana-mana. Awal dari hal-hal yang bakal gue sesali. Atau justru gue nikmati..?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines