conversation on the train

conversation on the train

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 7, 2025
WpInfo
No ficción
Sejak duduk bersebelahan bersama pria aneh dengan jaket kuning mencolok itu, perjalanan menuju rumah tak lagi damai seperti biasanya. Kini, aku harus berinteraksi dengan pria banyak tanya dan sok akrab itu. --- "Kamu ngga takut mati?" "Kenapa harus takut?" "Kamu ngga takut nanti meninggal sementara kamu belum jadi apa-apa?" "Kenapa harus takut?" "Udah dua kali kamu ngulang jawaban yang sama, Raf." "Ya iya. Kenapa harus takut? Toh, aku hidup bukan buat jadi apa-apa. Dunia ini, kan, cuma ujian yang menentukan kehidupan kita selanjutnya. Singkatnya, hidup ini sementara. Yang kekal itu kehidupan setelah kita mati." "Wahh... wah... ternyata kamu bijak juga. Raf Teguh, kah, ini?" "Berisik." "Kamu bener, Raf. Maka dari itu, dalam ujian hidup yang singkat ini, saya milih kamu sebagai soal yang akan saya hadapi." "H-hah?"
Todos los derechos reservados
#46
talk
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Mission
  • BACKSTREET
  • REGAN's Crazy Wife (END)
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Chana's Transmigrasi
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • Drama di Pintu Kosan

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido