Dimana Tawa Telah Mati.

Dimana Tawa Telah Mati.

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 23, 2025
Di sudut kota yang dulu dipenuhi riuh tawa dan kehangatan sebuah keluarga, kini hanya ada keheningan yang memekakkan. Setelah tragedi tak terduga merenggut pilar utama kebahagiaan mereka, sebuah rumah yang tadinya adalah surga penuh canda kini menjadi saksi bisu akan duka yang menganga. Rio, seorang pemuda yang harusnya bersemangat mengejar mimpinya, kini berjuang menemukan kembali melodi hidupnya yang seolah ikut mati bersama tawa sang ayah. Setiap sudut rumah, setiap kenangan, adalah pengingat betapa riangnya dulu tawa yang mengisi ruangan itu-tawa yang kini tinggal gema samar, terperangkap di antara dinding-dinding sepi. Akankah Rio mampu menemukan kembali cahaya dan membawa pulang tawa yang hilang itu, ataukah ia akan selamanya terpenjara di tempat di mana kebahagiaan dulu bersemayam, namun kini hanya menyisakan pedih? ----- Publish: 06 July 2025. ~~~ Maaf jika ada kesamaan dalam membuat cerita. Ini murni karangan Rizki. Terimakasih. Selamat membaca dan jangan lupa untuk VoMent dan share!
All Rights Reserved
#740
wattpadindo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halo, Kanael!
  • Target Si Supir
  • Trouble Maker
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • ELION (bl)
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • ELIAN ✓
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Auto Save!

Kecelakaan tragis sembilan tahun lalu telah merenggut paksa dunia Kanael, hanya menyisakan raga yang tumbuh dengan jiwa yang terperangkap di usia balita. Bertahun-tahun Kanael hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri. Menjadi pelampiasan amarah yang tak berujung, dan dianggap tak lebih berharga dari sekadar beban. Di rumah itu, Kanael belajar bahwa keluarga adalah awal dari rasa sakit. Namun, saat Kanael pikir dunia benar-benar telah berakhir, ia justru menemukan rumah yang sesungguhnya. Tempat di mana Kanael tak perlu lagi meringkuk gemetar di kolong tempat tidur yang dingin dan kotor. Tempat di mana rasa sakitnya tak lagi harus ditanggung dalam diam. Sebab di sana, ada tangan-tangan hangat yang bersedia mendekap kerapuhannya. Kanael menemukan keluarga yang tak akan melepaskan genggamannya, meski dunia terasa terlalu bising. TW: child abuse, family trauma, PTSD/trauma response, family conflict, healing journey. [Start: 27 April 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines