MARUKO CHAN -Jika takdir membawamu pulang

MARUKO CHAN -Jika takdir membawamu pulang

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 6, 2025
Bertahun-tahun telah berlalu sejak hari itu-hari ketika Andrea harus kembali ke Italia dan meninggalkan Jepang, meninggalkan Shimizu... dan meninggalkan Maruko. Kini, Maruko bukan lagi gadis kecil polos yang sering ceroboh. Ia telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang menyimpan diam-diam sepotong cerita dari masa kecilnya, tentang seorang anak lelaki asing yang mengajarkannya arti ketulusan dan perpisahan. Suatu senja yang tak biasa di kota Kyoto, di antara lorong tua dan cahaya lentera yang temaram, takdir mempertemukan mereka kembali. Andrea, kini seorang fotografer yang berkeliling dunia, berdiri di ujung jalan yang sama-dengan senyum yang masih sama hangat seperti dulu. Waktu seolah berhenti. Dunia mereka yang sempat berpisah, tiba-tiba bertaut kembali. Namun, apakah pertemuan itu cukup untuk menyambung kembali hati yang telah lama diam? Atau senja itu hanyalah jeda singkat sebelum mereka kembali berjalan masing-masing? Dalam suasana kota tua yang penuh kenangan, Maruko dan Andrea belajar bahwa takdir kadang tak datang untuk memperbaiki yang dulu patah-tetapi untuk menunjukkan bahwa cinta yang tulus... tak pernah benar-benar pergi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines