Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

  • WpView
    LECTURES 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juil. 12, 2025
Hidupku bukan milikku sepenuhnya. Sejak langkah pertama, pundakku telah dipenuhi harapan yang bukan berasal dariku-nama baik keluarga, kebanggaan orang tua, impian yang mereka titipkan diam-diam lewat tatapan dan doa. Di kantor, tiap pagi adalah perang dingin-bos yang tak mengenal lelah menyuruh, lingkungan kerja yang membuatku lupa rasanya dihargai. Aku belajar mengubur cita-cita sendiri lebih dalam dari lubang resensi kerja, lebih gelap dari kopi pagi tanpa senyum. Di malam hari, kekasih yang dulu jadi tempat pulang, kini hanya nama di daftar kenangan. Dan air mata... ah, air mata adalah satu-satunya yang tak pernah lupa datang, setia membasahi bantal dengan pelukan diam-diam. Dan kini, sebelum aku pergi-bukan untuk lari, bukan pula menyerah-aku ingin kau tahu kisahku. Bukan agar kau kasihan, tapi supaya kau mengerti--beberapa perpisahan bukan tentang meninggalkan, tapi tentang akhirnya memilih diri sendiri.
Tous Droits Réservés
#40
sebelum
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • President's Wife
  • El and Jerganio (End)
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • GUMI [Completed]
  • MORSE: POSSESSIVE EX
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Kamu Hanya Milikku
  • Skyline Marriage
  • Heyu : Second Gear

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu