Filosofi Mas Guntur

Filosofi Mas Guntur

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 21, 2025
Di balik dinding-dinding sempit sebuah kos-kosan sederhana dekat kampus, tinggal seorang mahasiswa Ekonomi semester enam bernama Guntur. Bukan mahasiswa biasa-ia lebih tertarik membahas makna eksistensi daripada neraca keuangan, lebih fasih bicara tentang Plato dan Kierkegaard daripada makroekonomi. Guntur adalah tipe orang yang bisa mengubah obrolan warung kopi menjadi diskusi metafisika tentang absurditas hidup. Karena keunikannya, sebagian besar penghuni kos menganggap Guntur aneh, bahkan menjengkelkan. Ia terlalu serius, terlalu filosofis, dan sering kali terkesan tak peduli pada realitas sehari-hari. Namun bagi Biru, anak perempuan pemilik kos yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA, Guntur adalah misteri yang memikat. Sejak pertama kali Guntur membawa koper tuanya masuk ke kamar nomor tujuh, Biru diam-diam menyimpan rasa. Usianya mungkin terpaut jauh, tapi hati tak peduli logika. Di matanya, Guntur bukan sekadar mahasiswa nyentrik-dia adalah dunia yang tak habis dijelajahi. Biru sering mencari-cari alasan untuk mendekat: mengantarkan teh sore, berpura-pura bertanya tentang tugas sekolah, hingga menyelipkan kutipan filsafat di catatan kecil yang ia sisipkan di sela pintu kamar Guntur. Namun setiap kali ia mencoba menjalin percakapan, Guntur membalas dengan perumpamaan atau pertanyaan balik yang membuat Biru termenung lebih lama dari seharusnya. Meskipun kerap diabaikan atau ditanggapi dingin, Biru tak pernah menyerah. Baginya, memenangkan perhatian seorang filsuf adalah tantangan yang lebih menggetarkan daripada soal matematika mana pun. Dan tanpa ia sadari, sedikit demi sedikit, Guntur mulai membuka pintu-pintu pikirannya... dan mungkin, hatinya.
All Rights Reserved
#22
ceritacinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines