a line between our shoes

a line between our shoes

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 13, 2025
Duduk sebangku bukan berarti dekat. Pulang bareng bukan berarti saling mengerti. Dan sepatu kami... selalu berdiri di garis yang berbeda. Clareen Hartanto & Rayyan Albar, dua anak SMA yang nggak buru-buru saling suka, tapi juga nggak menolak saat perasaan tumbuh dengan caranya sendiri. ⠀ 📖 Baca sekarang: A Line Between Our Shoes We sat side by side. We talked, we laughed, we stayed. But some lines-like the one between our shoes-were never meant to be crossed 📎 don't forget to tap love + drop a comment 💬 your support means everything - cerita ini hidup karena kalian 🫶 💿🎧🌷🪩 stay tuned, stay kind, and keep your heart warm & hydrated 🫗✨ god bless you!
All Rights Reserved
#535
17
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines