PUTRI MAHKOTA ZEN

PUTRI MAHKOTA ZEN

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 7, 2025
🌨️✨ "Hai, aku Zentian Yu. Seorang putri mahkota Kekaisaran Longyuan. Katanya, aku dilahirkan untuk duduk anggun di singgasana tertinggi, dikelilingi sutra, emas, dan ribuan pelayan yang membungkuk di setiap langkahku. Tapi lihat salju pertama yang turun hari ini... Dingin, bebas, dan menari di udara sesuka hati. Sama sekali tak mirip dengan langkah kaku yang diajarkan para guru etiket setiap hari di aula megah itu. Aku muak menghafal cara menunduk, cara mengangkat cangkir teh, atau cara tersenyum yang 'paling layak' di hadapan para menteri. Aku lebih suka menunggang kudaku melewati hutan pinus, merasakan napas bumi dan bau embun. Lebih suka pergi ke pasar, mencicip manisan kacang merah hangat, mendengar suara para pedagang yang keras tapi jujur. Mereka bilang seorang putri mahkota harus menjadi simbol keanggunan kekaisaran. Tapi bagiku... hidup tanpa kebebasan hanyalah penjara yang berlapis emas."
All Rights Reserved
#12
putrimahkota
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines