Ammar Uways's:first love

Ammar Uways's:first love

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing31m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 21, 2025
Ammar Uways seorang pelajar sekolah pondok yang telah di serahkan kepada Abi nya sebelum atuknya meninggal dunia itu amanah dari atuknya untuk menjaga pelajar pelajar yang belajar di pondok Al khaliddiah .Sifatnya yang lemah lembut,baik dan merupakan anak Bongsu ustaz Aziz iaitu abinya.tegas dalam ilmu agama .tapi siapa sangka seorang pelajar pondok telah jauh cinta dengan anak syarikat yang telah berkerjasama membangunkan pondok Al khaliddiah. Hana Darlisya seorang pelajar sekolah Pretty high school (semua perempuan).merupakan pelajar cemerlang dan mempunyai adik kembar lelaki Hulaif dan Hulatif hidup mereka hanya main sahaja.merupakan anak syarikat yang telah berkerjasama membangunkan pondok Al khaliddiah tetapi itu hanya pekerjaan untuk membantu datuknya , perkerja yang sebenar adalah askar .Komando Hilman Daniz. cerita mereka bermula apabila Hana mengikuti Tuan Hilman dan puan Suraya ke pondok Al khaliddiah untuk melihat keadaan disana dan di situ la rasa cinta itu berputik. "Kenalkan ini anak perempuan saya Hana Darlisya" - puan Suraya 'cantik...' -Ammar Uways
All Rights Reserved
#689
islamicfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyangga
  • TAKSUB (PBAKL 2019)
  • My Best Mama
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • #suratcinta | Nura Maisarah (Complete✅)
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines