Ammar Uways's:first love

Ammar Uways's:first love

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing31m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ammar Uways seorang pelajar sekolah pondok yang telah di serahkan kepada Abi nya sebelum atuknya meninggal dunia itu amanah dari atuknya untuk menjaga pelajar pelajar yang belajar di pondok Al khaliddiah .Sifatnya yang lemah lembut,baik dan merupakan anak Bongsu ustaz Aziz iaitu abinya.tegas dalam ilmu agama .tapi siapa sangka seorang pelajar pondok telah jauh cinta dengan anak syarikat yang telah berkerjasama membangunkan pondok Al khaliddiah. Hana Darlisya seorang pelajar sekolah Pretty high school (semua perempuan).merupakan pelajar cemerlang dan mempunyai adik kembar lelaki Hulaif dan Hulatif hidup mereka hanya main sahaja.merupakan anak syarikat yang telah berkerjasama membangunkan pondok Al khaliddiah tetapi itu hanya pekerjaan untuk membantu datuknya , perkerja yang sebenar adalah askar .Komando Hilman Daniz. cerita mereka bermula apabila Hana mengikuti Tuan Hilman dan puan Suraya ke pondok Al khaliddiah untuk melihat keadaan disana dan di situ la rasa cinta itu berputik. "Kenalkan ini anak perempuan saya Hana Darlisya" - puan Suraya 'cantik...' -Ammar Uways
All Rights Reserved
#38
ammar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • diet pepsi
  • TAKSUB (PBAKL 2019)
  • Bumi
  • BUBAR JALAN
  • Shanarqie
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Qisat Fara [END]
  • Han's: His Aching Allure

Fajar, seorang HRD di perusahaan startup Jakarta, menjalani hidup seperti spreadsheet: rapi di permukaan, hampa di dalam. Ia baru saja keluar dari hubungan gelap dua tahun dengan seorang pria beristri-kisah yang tidak pernah benar-benar dimulai, dan justru membusuk dalam diam. Sejak itu, hidup Fajar tersusun dari denial dan Diet Pepsi. Ia tidak menyebut dirinya kesepian, hanya "sibuk." Ia tidak bilang dirinya terluka, hanya "butuh waktu." Tapi setiap pagi, ia meneguk soda dingin di kos-kosan kecilnya dan berharap tubuhnya tidak terasa terlalu nyata. Malam-malamnya dipenuhi gula sintetis, makanan delivery, notifikasi kosong, dan pertanyaan dalam kepala yang tidak pernah dijawab. Hingga suatu malam, di depan kulkas minimarket 24 jam, ia bertemu seorang laki-laki eksentrik yang memanggilnya dengan cara yang belum pernah dilakukan siapa pun: lewat tubuhnya. Bukan rayuan. Bukan ancaman. Tapi lewat rebusan jahe, lewat larangan halus untuk tidak memesan ojek, lewat tantangan untuk jalan kaki dua blok. Namanya Kelam. Ia hadir seperti seseorang yang tidak pernah diundang, tapi entah kenapa tahu seluruh isi lemari Fajar-termasuk yang terkunci rapat. Kelam membawa botol jamu, jaket tambalan, dan logika dunia yang tidak selalu rasional. Tapi kehadirannya membuat waktu terasa lebih lambat. Lebih penuh. Lebih menakutkan. Karena yang paling Fajar takuti bukan orang asing... Tapi orang yang melihatnya terlalu jelas, tanpa pernah diminta. Siapa sebenarnya Kelam? Kenapa ia tahu terlalu banyak? Dan kenapa tubuh Fajar merasa lebih hidup setiap kali ia datang? Pertemuan ini membuka satu pintu kecil dalam hidup Fajar. Pintu yang tidak pernah ia berani buka sendiri. Tapi setelah terbuka... tak ada yang bisa kembali persis seperti sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines