Setengah Nyawa

Setengah Nyawa

  • WpView
    LECTURES 59
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., déc. 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kisah cinta yang datang di tengah luka, tumbuh di antara trauma, dan berakhir saat mereka saling menyakiti tanpa sadar. Namaku Aquarine Febrynafh Erickson. Lahir dari keluarga yang katanya segalanya. Tapi entah sejak kapan aku merasa tak punya apa-apa-bahkan diriku sendiri. Aku tumbuh dengan luka yang tak pernah sempat dijahit. Di rumah, aku belajar bahwa tangis harus diam, marah harus sembunyi, dan sakit hati adalah kelemahan yang tak boleh terlihat. Aku didiagnosa memiliki gangguan emosi yang tak stabil-tapi lebih dari itu, aku hanya perempuan yang terlalu sering menyimpan semuanya sendirian. Hingga suatu malam, saat aku hampir hilang... aku bertemu dia. Pria asing yang tak menanyakan siapa aku, tapi langsung menawarkanku tempat untuk pulang. Kami jatuh cinta-perlahan, tanpa janji, tanpa peta. Tapi juga... tanpa sadar, tanpa pelindung. Cinta kami tumbuh di tengah badai. Tanpa tahu bagaimana cara mencintai orang yang sedang belajar berdamai dengan dirinya sendiri, kami mulai saling gores, saling salah paham, saling menyakiti. Kami berdua sibuk menyembuhkan tapi bukan dengan saling terbuka, melainkan dengan saling menenangkan tanpa tahu apa yang sebenarnya ditenangkan. cinta kami berubah menjadi cinta yang saling menyayat tanpa niat menyakiti. Karena kami hanya memberi setengah dari diri masing-masing. Karena kami hanya mengenal setengah cerita satu sama lain. Karena kami hanya hidup dengan setengah kekuatan... sambil berharap cinta bisa jadi obat, padahal yang kami perlukan sebenarnya adalah pemahaman dan keterbukaan. Baginya, aku perempuan rumit yang terlalu rapuh. Bagiku, dia laki-laki baik yang ternyata tidak terlalu aku kenal Dan saat aku memilih pergi... dia pikir akulah yang menyakitinya. Padahal selama ini, aku telah berdarah-darah mencintainya.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu