Asisten Dewan

Asisten Dewan

  • WpView
    Reads 272,171
  • WpVote
    Votes 18,623
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2026
Kinan pikir hidupnya akan lebih tenang setelah meninggalkan dunia event organizer. Jam tidur lebih waras, akhir pekan lebih manusiawi, dan waktu untuk dirinya sendiri. Tawaran menjadi Personal Assistant langsung ia ambil - sampai ia tahu siapa bos barunya. Seorang anggota DPR. Aditya Danureksa bukan hanya bereputasi bersih, tapi juga sulit ditebak. Dunia kerja yang awalnya terlihat stabil berubah menjadi penuh tekanan, strategi, dan batas yang harus ia jaga ketat. Namun semakin lama mereka bekerja bersama, semakin sulit Kinan mengabaikan percakapan - percakapan kecil yang terasa terlalu personal untuk disebut profesional.
All Rights Reserved
#139
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • Jingganya Langit
  • Colorful Under White Robes! (TERBIT)
  • Jejak Dusta
  • Renjana Senyap (Ongoing)
  • Smartsheet
  • Sudut Tenang [Completed]
  • Rujuk
  • Jejak Selaras | ✓
  • Heart, Blueprint! ✔ (SELESAI)

"Let's break up, Mas." Kepalanya yang tadinya menunduk, kini menatap lurus ke arahku dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Entah sedang menahan tangis atau menelan rasa penyesalan. "Mungkin Mas emang nggak selingkuh," aku menjeda kalimatku sebentar. "Atau lebih tepatnya belum sempat selingkuh karena terlanjur ketahuan." Dia berusaha menyanggah argumen yang aku berikan, tetapi urung melakukannya karena aku mengangkat tanganku untuk memintanya berhenti. "Tapi sayangnya keduanya gak ada bedanya, Mas." Mati-matian aku menahan air mata yang ingin keluar, tidak sudi untuk menunjukkan kesedihanku pada laki-laki yang terlampau baik ini. "Entah Mas melakukannya atas dasar kebaikan sesama manusia atau perasaan lain yang belum selesai, aku tetap tidak akan mentolerirnya." "Just because you love me, doesn't mean I feel loved by you." "Just because you want to be a good person, doesn't mean you can treat everyone the same." Aku mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Karena dalam prinsipku ada batas yang jelas antara pacar dan mantan pacar atau teman."

More details
WpActionLinkContent Guidelines