Girl's
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 9, 2025
Hazel Aevia Zielle. Seorang gadis yang hidupnya penuh dengan keberandalan. Namun sayang nya keluarganya tak pernah setuju ketika Ia akan melakukan hal itu. Terutama ayahnya. Hingga suatu hari, ayahnya sudah lelah memperingatkannya, dan memutuskan untuk memasukkan Hazel kedalam sebuah pesantren Al-ikhlas milik Kyai Muhammad Irsyad Alfarezel. Namun siapa sangka ternyata Ayahnya juga memiliki niat lain memasukkannya kesana. Karena terlalu banyaknya paksaan, Hazelpun memutuskan untuk kabur dari pesantren tersebut. Dan tanpa diduga, Ia malah bertemu dengan seorang lelaki tampan berjiwa dingin. Wajah yang datar, matanya yang tajam bagaikan elang, hidung yang mancung, serta sorban yang melekat rapi dipundaknya. Dan untuk pertama kalinya Hazel terpana dengan seorang lelaki berpakaian sarung, dan peci. Aneh. Sungguh aneh. Tak pernah terlintas dalam benaknya jika ada seorang lelaki berpakaian seperti itu yang memiliki wajah tampan. Bahkan jantungnya tak berhenti berdetak dengan kencang saat melihatnya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
All Rights Reserved
#156
ning
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • El and Jerganio (End)
  • GUMI [Completed]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Heyu : Second Gear
  • Skyline Marriage
  • Kamu Hanya Milikku
  • The Cold Ceo's Hidden Heir

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines