DREVIN

DREVIN

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aryn Noa Raelith tidak sedang mencari cinta. Ia hanya ingin dunia tetap sunyi, seperti lukisan-lukisan yang ia biarkan membusuk di studionya-tanpa suara, tanpa tuntutan, tanpa tangan lain yang mencoba menyentuh. Tapi sesuatu mulai berubah sejak pesan itu datang. Singkat. Misterius. Terlalu akurat untuk disebut kebetulan. Beberapa hari kemudian, Aeron Kael Drevyn muncul. Seorang arsitek dengan mata onyx dan suara yang terdengar seperti bisikan dari ingatan yang tak pernah kau miliki. Ia tidak mengetuk pintu, tidak memohon masuk-karena sejak awal, ia tidak pernah benar-benar di luar. Aeron tidak mencintai seperti orang biasa. Ia tidak merayu. Ia hanya membaca, perlahan... hingga Aryn lupa siapa yang sedang dilihat dan siapa yang sedang mengintip balik dari balik kaca. Ini bukan kisah tentang cinta yang menyelamatkan. Ini tentang rasa yang tumbuh dalam senyap, menjalar tanpa izin, dan memelintir rasa aman menjadi ketergantungan yang manis sekaligus mengancam. Dan saat seseorang menyebut namamu terlalu sering, terlalu dalam, terlalu tepat kau tidak lagi tahu apakah kau masih berpikir sendiri... atau sudah mulai mendengar suara orang lain di kepalamu.
All Rights Reserved
#439
obsession
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines