_"Kita hanyalah sepasang jiwa yang menjelma menjadi rumah bagi lara tanpa Kala."_
Galen Sadipta Raespati, nama yang terdengar agung seolah kejayaan sudah tertulis tegas di garis tangannya. Dibesarkan di rumah sebesar istana, tapi tak pernah tahu bagaimana rasanya dicintai. Ia tumbuh bersama dinginnya tatapan, kerasnya suara, dan nyerinya pukulan.
Malam yang ia lalui selalu tanpa tidur tenang, di dalam kepalanya, bayangan kecelakaan itu tak pernah pergi, tragedi yang membawa adiknya-Gestara Savero Raespati ke dalam dekapan maut. Tragedi yang menjadikannya saksi kematian adiknya, sekaligus terdakwa seumur hidup dengan satu vonis kejam: pembunuh , julukan yang melekat padanya bagai parasit busuk, menggerogoti jiwanya perlahan dan tanpa belas kasihan. Saat itu juga, rumahnya menjelma menjadi neraka tanpa api.
Kaluna Annasera, pemilik senyuman sehangat sinar matahari. Ia memiliki saudari kembar tak identik-Kalea Annasera. Bukan hanya rupa mereka yang berbeda, tapi juga nasib mereka jauh dari seimbang. Kaluna terlahir dengan tanda lahir berupa kemerahan yang menyebar di pipi kirinya, membuatnya dianggap bagai noda dalam keluarga yang mendewakan kesempurnaan.
Gadis itu tumbuh dalam bayang-bayang, menjadi korban pengabaian, perundungan, bahkan pelecehan. Dunia memperlakukannya seolah ia tak layak bernapas.
Namun ketika dua jiwa yang patah itu bertemu, ada kehangatan yang tak pernah mereka temukan di rumah. Galen dan Kaluna saling menjadi pelindung, tempat pulang, dan obat bagi luka yang tak pernah diperhatikan dunia.
Tapi seiring waktu berjalan, dunia terlalu kejam, dan penderitaan seolah tak terikat waktu. Mereka mulai bertanya-tanya, benarkah kebahagiaan memang ditakdirkan hadir dalam hidup mereka? Atau hanya sebatas harapan yang perlahan terkikis oleh kenyataan?
Hak Cipta Terpelihara