Seen After 3 Years

Seen After 3 Years

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 9, 2025
Althea, adalah seorang penulis lepas yang diam-diam trauma dengan hubungan. Ditinggal Nares-mantan pacar sekaligus satu-satunya orang yang dia percaya-tanpa penjelasan, membuat Althea berubah. Dari cewek yang dulu penuh semangat, jadi cewek yang hidupnya kayak template: bangun, nulis, ngopi, repeat. Suatu hari, secara absurd dan penuh takdir ala-ala drama Korea low budget, Nares muncul lagi. Di kafe yang sama. Dengan cara yang sama. Tapi hidup mereka udah nggak sama. Nares, yang kini jadi manajer pemasaran di perusahaan startup kopi, ternyata ngincer Althea buat jadi penulis campaign produk terbaru: kopi rasa kenangan. Jelas aja Althea nolak. Tapi karena kepepet duit dan ada kontrak kerja sama, Althea akhirnya setuju. Dengan satu syarat: "Jangan pernah bahas masa lalu." Masalahnya, masa lalu justru nyelip di mana-mana. Dari playlist kerja yang tiba-tiba nyetel lagu galau zaman mereka jadian, sampe kebiasaan kecil Nares yang belum berubah. Althea terjebak antara "gue profesional" dan "gue masih pengen nyumpahin lo". Di sisi lain, Nares punya alasan kenapa dulu dia ninggalin Althea. Bukan alasan klise. Tapi juga bukan pembenaran. Cerita pertamaku gais. Tolong kasih banyak cinta untuk cerita ini ya 🙂‍↕️
All Rights Reserved
#485
bittersweet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines