Antara Kita dan Kemarin
Seperti buku lama yang kembali dibaca, alurnya tetap sama, namun rasanya berbeda. Pertemuan itu memantik api yang kukira sudah padam. Meski kini ia kembali menjadi asing, jejaknya tak pernah benar-benar hilang. Masa lalu mungkin belum sepenuhnya usai, ia hanya sedang mengambil jeda, menunggu waktu yang tepat untuk bercerita kembali-atau mungkin, untuk benar-benar hilang ditelan waktu.