Di mata banyak orang, Gemala Jingga Kusuma adalah redflag berjalan: koleksi mantan seperti museum nasional, selalu tampil modis dan menggoda, serta dikenal sebagai "ratu dating apps". Semua orang mengira dia sudah berpengalaman dalam segala hal. Semua, kecuali kenyataannya.
Karena sebenarnya, di balik gaya centil dan mulut ceplas-ceplosnya, Gemala masih perawan-dan bukan karena belum sempat, tapi karena dia terlalu takut buat benar-benar dekat. Tapi siapa yang mau percaya?
Hidupnya makin kacau ketika Unggul Panggih Wibisono, anak sulung pemilik STAIL.id, muncul sebagai bos baru. Berpendidikan tinggi, rapi, dan konservatif, Unggul tampaknya datang untuk membersihkan image media itu-dan tentu saja, Gemala adalah target pertama.
Yang tak mereka duga, konflik tajam mereka justru membuka pintu untuk ketertarikan yang... mengejutkan. Di antara sindiran, adu mulut, dan momen yang nyaris too close for HR, tumbuh rasa yang tak bisa ditulis dalam kolom artikel mana pun.
Innocent Riot adalah komedi romantis tentang seks, citra, dan cinta yang tidak selalu harus dibuktikan lewat tubuh. Karena kadang, yang paling polos adalah yang paling disalahpahami.
CERITA 21+ MENGANDUNG EXPLICIT CONTENT
In every mouthful of food, there are words that may not have been uttered.
Dua tahun setelah putus, Jenar membangun hidup baru di Chiang Mai dalam dalih "penyembuhan diri" dari yang dia alami setelah hubungan yang buruk dan rentetan kejadian yang membuatnya linglung. Dia belajar bertahan dengan rutinitas sederhana, pekerjaan lepas, dan jarak yang aman dari masa lalu-terutama dari Damian.
Damian, mantan pacarnya, datang ke Thailand dengan satu misi: Jenar. Namun, kini dia memilih mendekat tanpa paksaan-hadir, memberi ruang, dan membiarkan Jenar menentukan ritmenya sendiri.
Pertemuan mereka tidak dipenuhi pengakuan besar, melainkan percakapan kecil yang terjadi di antara kopi, salad, Tom Yum, Pad Krapow dan perjalanan malam tanpa tujuan. Di saat Jenar masih bergulat dengan "penyembuhan diri", dan rasa tidak aman, Damian harus membuktikan bahwa dia bisa menjadi tempat yang aman-bukan sumber luka yang sama.
Novel ini adalah surat cinta untuk semua yang pernah merasa tidak cukup, untuk proses pemulihan yang tidak instan, yang sedang belajar untuk kembali dan keberanian untuk mencintai dengan utuh, dan bagaimana kedekatan bisa tumbuh kembali lewat hal paling sederhana: duduk bersama dan makan.
Illustration by Larasaty Laras