This Quiet Place Is Loud

This Quiet Place Is Loud

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
Kata orang, tempat baru bisa menyembuhkan luka lama. Tapi bagaimana jika luka itu justru ikut pindah bersamamu? Lyla Fleming hanya ingin lulus sekolah dengan tenang. Setelah hidupnya jungkir balik, kehilangan orangtua, dan dihantui makhluk-makhluk yang tak bisa dilihat orang lain, dia tak meminta banyak—hanya ruang sunyi untuk bernapas. Tapi Springfield bukan kota biasa. Dan James T. Raine High bukan sekolah biasa. Di ruang musik yang konon angker, Lyla bertemu tiga arwah remaja dari tahun 1988 yang tak pernah bisa pergi—Noah, Toby, dan Peter. Mereka punya cerita yang belum selesai. Dan entah kenapa, mereka semua terikat pada satu nama: ayah Lyla. Di tengah suara-suara dari masa lalu, rahasia keluarga yang membusuk, dan ketakutan akan kehilangan yang lain, Lyla harus memilih: tetap bersembunyi dalam sunyi, atau berdiri dan menyuarakan kebenaran yang terkubur terlalu dalam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines