Di era modern, Lan Wangji adalah profesor muda paling jenius di fakultas kedokteran - dikenal dingin, disiplin, dan tak tersentuh. Semua mahasiswa menghormatinya, namun tak satu pun berani mendekat. Hingga muncul Wei Wuxian, mahasiswa kedokteran yang cerdas, jahil, dan suka melanggar aturan. Sejak hari pertama kuliah, Wei Wuxian menjadikan sang profesor sebagai sasaran godaannya - bukan karena berani, tapi karena diam-diam kagum pada ketenangan Lan Wangji yang tak tergoyahkan. Di balik tatapan tajam dan kata-kata datarnya, Wei menemukan sisi lembut yang tersembunyi. Pertemuan mereka memicu hubungan unik: antara logika dan perasaan, antara batas etika dan kejujuran hati. Di tengah dunia kedokteran yang keras dan penuh aturan, dua jiwa ini perlahan belajar bahwa cinta - seperti ilmu - tak selalu bisa dijelaskan, tapi selalu bisa dirasakan.
More details