Slowly, We Got Close

Slowly, We Got Close

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu, mereka hanyalah dua nama yang saling tahu tapi tak saling sapa-asing dalam ruang yang sama, hanya berpapasan lewat tatap dan senyum seperlunya. Hingga waktu menggiring mereka pada sebuah perjalanan selepas kelulusan, saat kebetulan dan takdir saling bersenggolan. Sebuah boncengan yang tak direncanakan membuka jarak yang selama ini terlalu dijaga. Dalam hembusan angin pegunungan dan langkah-langkah sunyi di sela tawa teman-teman, perhatian kecil tumbuh perlahan: dari helm yang dipasangkan, jaket yang disodorkan, hingga kata-kata singkat yang penuh makna. Mereka tak pernah saling jatuh-hanya belajar merasa nyaman dalam diam dan peduli tanpa suara. Bukan cinta yang meledak di awal, melainkan hangat yang tumbuh pelan-pelan. Dari "hai" yang terlupakan, menjadi "hati-hati" yang tak pernah absen. Kadang, perasaan paling dalam tak lahir dari pengakuan, melainkan dari tindakan-tindakan kecil yang diam-diam jadi rumah.
All Rights Reserved
#226
remajasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit. Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara. Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare. Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak di dalam lift bersama Mr. Komrad. Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya. Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?

More details
WpActionLinkContent Guidelines