We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Slowly, We Got Close

Slowly, We Got Close

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu, mereka hanyalah dua nama yang saling tahu tapi tak saling sapa-asing dalam ruang yang sama, hanya berpapasan lewat tatap dan senyum seperlunya. Hingga waktu menggiring mereka pada sebuah perjalanan selepas kelulusan, saat kebetulan dan takdir saling bersenggolan. Sebuah boncengan yang tak direncanakan membuka jarak yang selama ini terlalu dijaga. Dalam hembusan angin pegunungan dan langkah-langkah sunyi di sela tawa teman-teman, perhatian kecil tumbuh perlahan: dari helm yang dipasangkan, jaket yang disodorkan, hingga kata-kata singkat yang penuh makna. Mereka tak pernah saling jatuh-hanya belajar merasa nyaman dalam diam dan peduli tanpa suara. Bukan cinta yang meledak di awal, melainkan hangat yang tumbuh pelan-pelan. Dari "hai" yang terlupakan, menjadi "hati-hati" yang tak pernah absen. Kadang, perasaan paling dalam tak lahir dari pengakuan, melainkan dari tindakan-tindakan kecil yang diam-diam jadi rumah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines