When the Haze Came Home

When the Haze Came Home

  • WpView
    Membaca 147
  • WpVote
    Vote 19
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadLengkap Kam, Okt 16, 2025
Di hidupnya yang menipis, Gayatri Valasha hanya ingin satu hal: melihat Soren Vale-vokalis dari band Velvet July-menyanyikan satu lagu terakhir. Ia tak pernah menduga akan dipanggil ke atas panggung, menatap sang idola dari jarak paling dekat. Soren memberinya senyum, mahkota bunga, dan pelukan hangat yang membuat Valasha ingin hidup sedikit lebih lama. Namun takdir berkata lain. Malam itu adalah konser terakhir Velvet July. Beberapa hari kemudian, Soren ditemukan tak sadarkan diri di studio. Ia meninggal sebelum sempat menyelesaikan lagu terakhirnya. Valasha pun mengikuti, tubuhnya menyerah pada penyakit yang tak lagi bisa dilawan. Sampai ia terbangun. Di masa lalu. Kali ini, Valasha tahu hidupnya bukan hanya tentang menyelamatkan diri. Tapi tentang menjaga Soren Vale, pria yang akan mati terlalu cepat jika ia hanya diam. Dan ia bersumpah: walau hanya kabut, ia ingin menunggu sampai kabut itu kembali pulang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
auindo
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • EKSKALASI
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Almost Married (On Going)
  • NINGRUM
  • Nakula
  • Define the Relationship
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan