For The February Men I Met

For The February Men I Met

  • WpView
    LETTURE 190
  • WpVote
    Voti 27
  • WpPart
    Parti 10
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, set 25, 2025
Inilah kisah cinta yang aku ceritakan. Kisahku dengan IAN. Bukan kisah yang selalu bahagia, tapi kisah yang membuatku belajar banyak tentang arti mencintai... dan dicintai. Kala itu, aku adalah manusia paling beruntung di dunia. Setidaknya itulah yang kurasakan ketika kisah ini bermula. Ada bahagia yang begitu utuh, nyaris sempurna, menyelubungi hari-hariku-sejak hadirnya IAN dalam hidupku. Perasaan yang tumbuh untuknya bukan sekadar cinta biasa; ia adalah ketulusan yang paling murni yang pernah mengalir dari hatiku. Tak pernah sebelumnya aku merasakan apa yang kurasakan saat itu-aku seperti menjelma menjadi versi terbaik dari diriku, hanya karena mencintainya.
Tutti i diritti riservati
#710
seungkwan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti