To Love And Let Go

To Love And Let Go

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 7, 2026
Nala tak pernah berniat membuka hati. Bukan karena trauma, bukan pula karena patah hati tapi karena ia yakin dunia percintaan bukan tempat untuknya. Ia memilih hidup yang tenang: membaca novel di kamar, menyimpan rahasia dalam diam, dan membiarkan hari-hari berjalan datar tanpa gelombang perasaan. Namun, hidup seringkali punya cara sendiri untuk menguji keyakinan. Tanpa ia sadari, seorang laki-laki bukan orang asing, bukan juga tokoh utama dalam hidup siapa pun perlahan mengisi celah hatinya. Dua tahun berlalu, perasaan itu tumbuh dalam diam. Ia tak pernah berniat mengungkapkannya. Ia hanya ingin memandang dari kejauhan, mencintai tanpa harus memiliki. Tapi saat Nala merasa cukup dan mencoba melepaskan, semesta justru berkali-kali mempertemukannya kembali dengan sosok itu. Lalu, bagaimana jika seseorang yang diam-diam begitu penting dalam hidupmu... ternyata tak pernah benar-benar menyadari keberadaanmu? Dan lebih menyakitkan lagi, bagaimana jika kamu harus belajar melupakan, bukan karena kamu ingin, tapi karena kamu harus? Kisah ini bukan tentang cinta yang berakhir bahagia. Tapi tentang perasaan yang dipeluk erat, kemudian dilepas dengan perlahan.
All Rights Reserved
#69
rumahku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines