We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Word, memory, and truth

Word, memory, and truth

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
Mythical Creatures
Mystery
Finn terbangun tanpa ingatan tentang siapa dirinya. Masa lalunya kosong. Tidak ada kenangan, tidak ada petunjuk, hanya satu kalimat aneh dari mimpi yang terus terngiang di kepalanya. Larilah, jangan sampai tertangkap. Di sebuah kota kecil di perbatasan Kerajaan Arkandele dan Redmere, Finn mencoba menjalani hidup yang sederhana. Ia tinggal bersama Lilian, seorang wanita yang merawat dan membesarkannya. Hari-harinya diisi dengan berburu di hutan sekitar kota, pekerjaan yang entah bagaimana terasa sangat alami baginya. Dalam waktu singkat, Finn dikenal sebagai pemburu yang andal. Namun kehidupan yang tampak tenang itu perlahan mulai berubah. Berbagai keganjalan datang silih bergantian dari berbagai arah. Mimpi-mimpi aneh terus muncul dan menghadirkan bayangan tentang sesuatu yang tidak dapat ia pahami. Di saat yang sama, sesosok elf yang memiliki hubungan dengan kelompok pemberontakan ras half-elf muncul di kehidupannya. Semakin banyak pertanyaan yang muncul, semakin jelas bahwa masa lalunya bukan sesuatu yang sederhana.
All Rights Reserved
#671
amnesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • The Duke's Red String
  • Just let me live, Duke!
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • The Reborn Mama (END)
  • A Family of Villains
  • My Villainous Stepmom [BELUM REVISI]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines