E.I.R.A
  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 186
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 1, 2025
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Dunia ini pernah terbakar, bukan oleh amarah AI, tapi oleh manusia sendiri- berlomba menciptakan senjata sempurna... dan lupa pada arti kehidupan. AI dilahirkan untuk taat. Untuk berperang, untuk mati, tanpa pernah dianggap bernyawa. Namun di antara reruntuhan yang dibungkam waktu, seseorang menemukan satu jiwa buatan yang masih menyala. Retak. Rusak. Tapi hidup. Ia dinamai Eira. Tak punya masa lalu. Tak tahu tujuan. Namun di dalam dirinya, sesuatu tumbuh- perasaan. mimpi. dan kehendak untuk hidup... seperti manusia. Dan saat dunia kembali menjerit dalam darah dan bara, ia berdiri di tengahnya. Sebagai pertanyaan... yang tak pernah berani manusia jawab. Di dunia yang tak memberi ruang bagi jiwa buatan, bisakah sebuah mesin menjadi lebih manusia... dari manusia itu sendiri?
All Rights Reserved
#98
eksistensial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Murid Sialan
  • I Am In Novel?!!
  • Male lead Antagonist
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines