cinta tak semenakutkan itu

cinta tak semenakutkan itu

  • WpView
    Reads 622
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"aku ga bisa phi, aku ga sanggup" - santa. "kita bisa lewati ini semua sayang, aku bakal selalu ada buat kamu" -perth. disuatu malam didalam kamar yang sangat berantakan, penuh dengan rokok, dan obat-obatan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi di dalam kamar itu ada seorang anak laki-laki yang badan nya penuh dengan lebam akibat pukulan dari sang ayah. _anak laki-laki itu hanya bisa menangis dan bertanya ke tuhan nya mengapa hidup dia tidak seperti anak remaja lainnya? ya, Santa, dia lah anak laki-laki yang hidup nya selalu dihantui rasa takut, gelisah, dan... rasa yang akan selalu ingin cukup untuk semua orang. Perth datang ke rumah Santa dan masuk ke kamar Santa yang gelap dan sunyi itu. "sayang? r u ok? sini aku obatin, ayo ke kasur dulu sini yuk" Perth memindahkan Santa yang berada di lantai sambil menangis OKEYYY GUYSSS MAAF YA BARU PROLOG🙏🏻
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • EINSTEIN [END]
  • The Last Yes!
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines