ARUS TERAKHIR ISABELLA

ARUS TERAKHIR ISABELLA

  • WpView
    Membaca 24
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 13, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Isabella pergi tanpa pamit. Bukan karena ingin, tapi karena laut memutuskan lebih dulu. Bagi Agra, Isabella bukan sekadar kakak. Ia adalah cahaya yang menyemangatinya mengejar mimpi menjadi prajurit laut, pelindung di saat dunia runtuh setelah Ibu tiada, dan suara hangat yang membuat rumah terasa hidup. Ketika ombak mengambilnya, Agra ikut tenggelam-dalam duka, kemarahan, dan kesunyian yang tak bisa dijelaskan. Ia kehilangan lebih dari sekadar keluarga. Ia kehilangan arah. Namun dari luka terdalam itu, pelan-pelan datang arus yang menuntunnya kembali ke permukaan. Bukan untuk melupakan, tapi untuk melanjutkan. Karena ternyata, arus terakhir Isabella bukan tentang kematian-tapi tentang harapan. Dan dalam perjalanan untuk sembuh, Agra menemukan hal yang tak pernah ia cari: Cinta. Yang datang perlahan, saat hatinya mulai menerima... dan laut tak lagi hanya tentang kehilangan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#311
youngadult
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan