Effort

Effort

  • WpView
    Прочтений 161
  • WpVote
    Голосов 46
  • WpPart
    Частей 13
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, фев. 24, 2026
"dia emang hebat. udah cantik, kaya, multitalenta lagi. cih, sok jual mahal banget, deh. padahal banyak cowok yang suka" "tau. tinggal terima aja kenapa, sih! harus banget ditolak gitu. alasannya gak masuk akal" fobia terhadap lelaki? emang ada? terkadang, fobia itu terhadap ketinggian, hewan, atau hal sebagainya. tapi, gadis ini adalah gadis yang memiliki fobia terhadap bersosialisasi dengan lelaki. ia sangat anti yang namanya berteman dekat dengan lelaki. dalam hidup nya, tiada kata yang namanya jatuh cinta, karna fobianya terhadap lelaki, menyebabkan dirinya enggan mencintai ataupun dicintai. jika ada yang mencintai nya, ia akan menjauh. namun, satu lelaki berhasil menjadi teman dekatnya karna satu alasan yang membuatnya sangat terkejut. Adakah lelaki yang biasanya selalu tersenyum ramah, berubah menjadi lelaki dingin, ketus,cuek, dan enggan tersenyum hanya karna sebuah insiden?. Ada. namun, takdir mempertemukan ia dengan seorang gadis baik yang sangat ceria, dan berusaha untuk mengembalikan senyumannya. tapi, siapa sangka, gadis yang mengusahakan senyumannya ternyata adalah gadis yang justru sedang mencari senyumannya sendiri.
Все права сохранены
#573
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту