ENEMY TO LOVE [ TIANXUNING ZIYU ]

ENEMY TO LOVE [ TIANXUNING ZIYU ]

  • WpView
    Reads 119,497
  • WpVote
    Votes 8,724
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 2, 2026
Ziyu hanya ingin hidup tenang di sekolah, tapi semuanya berubah sejak Tian-sang siswa berkuasa-menjadikannya target. Dari satu insiden kecil, berujung pada dendam, pukulan, dan harga diri yang dipertaruhkan. Ini bukan soal status, ini soal bertahan.
All Rights Reserved
#169
tianxuning
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] 𝗕𝗔𝗕𝗬 𝗖𝗛𝗜𝗪𝗘𝗜 : TIANZIYU
  • MINE [ TIANZIYU ] ON GOING
  • PREGNANT || ChengWei END
  • PENYAMAR I (Tianziyu)
  • MY SECRETARY WILL BE MINE [BL] TIANZIYU
  • Enemy to lovers (Tianziyu)
  • PROTEK AND OBSES HUSBAND
  • My Boyfriend Is A Psychopath 🔞
  • KESAYANGANNYA SANG MAFIA [TIANZIYU]
  • Peach Blossom Fugitive - XUYU (END)

▸ COMPLETED, Slice of Life, Found Family, Comedy, Dual-tone Narrative, Mature Language. (🔖 Characters use Chinese names, but the story takes place in a modern Indonesian city. ) Kisah ini adalah sebuah balada tentang takdir yang terbungkus dalam komedi. Pertemuan tak terduga dengan seorang bayi mungil, Chiwei, di depan pintu apartemen, seketika memutarbalikkan semesta dua sahabat karib yang urakan : Tian Xuning dan Zheng Ziyu. Tian, sang arsitek kaku, dan Ziyu, sang gamer yang eksplosif, dipaksa menjadi orang tua tunggal dalam semalam. Di sinilah badai dimulai. Popok berganti, kopi tumpah, dan umpatan kasar menjadi bahasa pengantar mereka dalam mengasuh. Mereka berjuang melawan kecanggungan batin dan penolakan sosial, terutama saat didorong oleh keluarga untuk melegalkan status perwalian mereka di pengadilan. Di ruang sidang yang agung, Tian dan Ziyu terpaksa mengucapkan sebuah bahasa cinta yang terasa asing-demi membuktikan bahwa dua pria urakan bisa menjadi "Pemohon I dan Pemohon II" yang sah. Melalui malam-malam tanpa tidur dan pertengkaran kocak, mereka tidak hanya belajar mengganti popok, tetapi juga belajar bahwa rumah sejati bukanlah tentang sofa yang bersih, melainkan tentang hati yang saling menerima, meskipun penuh cela dan kata-kata kasar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines