SELAKSA HATI RUMAISHA

SELAKSA HATI RUMAISHA

  • WpView
    Reads 598
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 87
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 8, 2026
*sequel of "I Love You, Kak! *** "Maisha, jangan lama-lama di Turki, ya, banyak yang nunggu kamu disini, lho." "Iya, Ummi Hanna, insya Allah ya..." Iya, kalian nggak salah denger. Ini Rumaisha Az-Zahra yang sama : yang penulis itu, yang pernah dibully, yang pernah diseret-seret ke luka orang lain tanpa ia memintanya. Seluruh isi dari cerita ini nantinya akan mengupas sedikit demi sedikit : memperkenalkan sosok cantik namun penuh luka itu dari banyak sisi. Ini adalah kisah Rumaisha dan selaksa hatinya : yang sekali lagi harus kalah, yang sekali lagi harus menerima takdirnya untuk kuat. "Kali ini, biarlah aku pergi menjauh, sejenak atau selamanya, terserah apa kata semesta. Tapi semua ini kulakukan hanya untuk hatiku." (Rumaisha Az-Zahra).
All Rights Reserved
#281
istrikedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines