[ SEBELUM BACA HARAP FOLLOW AKUN AUTHOR DULU. AGAR AUTHOR SEMANGAT UPTADENYA ]
Apa jadinya jika kamu mati dan bereinkarnasi ke dalam novel murahan yang pernah kamu benci?
Raelene Azura, seorang gadis berumur 18 tahun yang bereinkarnasi ke dalam tubuh figuran bernama Raeya Nayara, seorang gadis miskin yang nasibnya tragis karena mati dibully di SMA elit Nostra Lux Academy yang terdapat di Negara N. Tapi Raelene tak berniat mengulangi takdir yang sama. Ia memutuskan satu hal penting yaitu menyamar sebagai Kai Aldric, hidup dalam diam-diam dan tetap low profile sampai cerita ini berakhir.
Namun ada masalah. Dunia ini jauh dari kata normal, ada 5 remaja paling berkuasa yang mendominasi sekolah, anak-anak dari keluarga pewaris bisnis, ilmuan, aktor anak presiden, dan pemilik kekuatan politik. Dan lebih parah lagi, 5 CEO yang juga bos mafia, tiba-tiba muncul mencari sosok misterius yang disebut "The Shadow Prince", yang ternyata adalah identitas rahasia Kai alias Raeya Nayara sendiri.
Dengan romansa yang tidak disengaja, rahasia yang mengancam nyawa, dan tubuh yang bukan miliknya, Raelene harus bertahan hidup di dunia ini, dan jangan lupakan satu hal.
Para pemeran utama pria ini semua jatuh cinta padanya.
Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster.
Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam.
"Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya.
"Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella."
Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."