Sik Kusisik

Sik Kusisik

  • WpView
    Bacaan 63
  • WpVote
    Undian 10
  • WpPart
    Bahagian 3
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Rab, Mei 20, 2026
WpInfo
Fiksyen
Seram
Fantasi
Cerita Dongeng dan Mitologi
Fantasi Tinggi
Semasa aku kecil, ada sebuah lagu pengantar tidur yang sering dinyanyikan oleh nenekku dulu. Lagu yang menakut-nakuti anak-anak supaya tidur. Aku selalu ketakutan ketika nenek menyanyikan lagu itu sembari menyisiri rambutku atau rambut kakak sepupuku menggunakan jari-jari tangannya yang kurus, panjang dan keriput. Aku selalu diejek karena terlalu takut dengan lagu pengantar tidur itu. Namun, suatu malam, mereka tidak lagi mengejek ketakutanku, malam itu, hujan deras tiba-tiba turun dilangit yang gelap. Bersamaan dengan petir yang menyambar, aku dan kakakku berteriak dan spontan menutup mata kami dengan kedua belah tangan. Rumah tua itu terasa ikut bergetar, angin memainkan jendela kayu yang hampir lapuk itu dengan sangat kencang. Waktu terasa begitu lambat, hingga akhirnya petir berhenti, aku membuka mata, Nenek menghilang, dan ia tidak pernah nampak lagi.
Hak Cipta Terpelihara
#966
legenda
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • Hah!Dukun?
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • TUMBAL PESANTREN
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Sukma Lara [END]
  • TAKDIR DIO HANIM {BL-MPREG}

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi