12 Shot Americano (ON GOING)

12 Shot Americano (ON GOING)

  • WpView
    Reads 10,197
  • WpVote
    Votes 748
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 16, 2025
Setiap pagi, Bintang datang ke sekolah dengan mata sembab dan tangan yang menggenggam kopi - Americano, 12 shot. Bukan karena dia suka. Tapi karena malamnya terlalu bising untuk bisa tidur. Rumahnya penuh pertengkaran. Kopi jadi satu-satunya yang membuatnya tetap terjaga... dan bertahan. Dia langganan telat. Langganan hukuman. Langganan tatapan dingin dari Darren Axellino Mavendra - ketua OSIS yang terkenal kejam, disiplin, dan tak pernah tersenyum. Tapi di antara sanksi lari pagi dan larangan masuk kelas, ada sesuatu yang tumbuh. Pelan. Diam-diam. Seperti aroma kopi yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang benar-benar memperhatikan. "Kamu selalu telat." - Darren Axellino Mavendra "Tapi Gue selalu datang, kan?" - Bintang Khansa Bimatara BIKIN CERITA BARU HAHA TIBA² NGIDE BIKIN GINIAN ISENGH HEHEE SEMOGA SUKA YA AKU USAHAIN RAJIN UP AMA CERITA YG SEBELAH JUGAA MAAF COVERNYA KAYAK GITUU AKU GA ADA KEAHLIAN NGEGAMBAR 😭😔😔 - DILARANG KERAS COPY. ‼️ - START JULY 9 2025
All Rights Reserved
#44
americano
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines