Story cover for UNDER THE MOONLIGHT  by RizkaRahma546
UNDER THE MOONLIGHT
  • WpView
    Reads 18,631
  • WpVote
    Votes 1,375
  • WpPart
    Parts 34
  • WpView
    Reads 18,631
  • WpVote
    Votes 1,375
  • WpPart
    Parts 34
Ongoing, First published Jul 09, 2025
4 new parts
Alegar memiliki kebiasaan yang terasa asing bagi Eskara, seseorang yang secara tiba-tiba terbangun dan menyadari dirinya hidup sebagai Alegar.

Eskara tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berakhir di sebuah jurang yang dalam. Namun kematian itu bukanlah akhir. Saat ia membuka mata, ia berada di tubuh lain,tubuh milik Alegar Altian.

Pada awalnya, Eskara mengira ia hanya perlu menjalani hidup orang lain. Menggantikan peran Alegar, mengikuti alurnya, dan bertahan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Akan tetapi, hidup Alegar jauh dari kata sederhana.

Masa lalu yang rumit, hubungan yang tak selesai, serta kebiasaan-kebiasaan kecil yang dimiliki Alegar perlahan menyeret Eskara masuk lebih dalam. Tanpa disadari, ia mulai terbiasa. Bahkan menikmati kehidupan yang seharusnya bukan miliknya.

Eskara mengira tugasnya hanya hidup sebagai Alegar.

Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa kehidupan ini menuntut lebih dari sekadar berpura-pura hidup.


~~~~

man teman maaf nih ya, BAB NYA ACAK-ACAKAN GAK TAU KENAPA
All Rights Reserved
Sign up to add UNDER THE MOONLIGHT to your library and receive updates
or
#5teman
Content Guidelines
You may also like
Forever mine by AuroraSecretum
55 parts Ongoing
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.
You may also like
Slide 1 of 9
Forever mine cover
Reece : Off Stage  cover
Fata Évanouie ||  cover
extra life cover
Gavin Or Damian cover
Dari Bungsu Ke Sulung - End cover
HILDEGARD [COMPLETED] ✓ cover
Arash's Mission cover
Abang yang Melindungiku  cover

Forever mine

55 parts Ongoing

Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.