SIAPA SELANJUTNYA? || END

SIAPA SELANJUTNYA? || END

  • WpView
    Reads 837
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 27, 2025
19 siswa terpilih. 1 jurnal kematian. Dan tidak ada yang benar-benar aman. Mereka datang dari berbagai sekolah. Dipilih karena prestasi, kepintaran, atau popularitas. Workshop Nasional Siswa Berprestasi seharusnya jadi awal mimpi baru. Tapi semua berubah saat sebuah jurnal muncul - dan satu per satu nama mereka tertulis di dalamnya. Awalnya mereka mengira ini hanya lelucon. Sampai nama pertama benar-benar menghilang. Siapa yang menulis jurnal itu? Siapa yang berikutnya? Dan... bisakah mereka keluar sebelum semua nama habis? 📓 "Kamu bukan yang pertama. Tapi kamu bisa jadi yang terakhir."
All Rights Reserved
#996
nctwish
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • Hello, Mr. Mafia!
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Fraktal Rahasia
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines