Bukan Hanya Tentang Cinta

Bukan Hanya Tentang Cinta

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 13, 2025
Menceritakan tentang Persahabatan, Cinta,dan Kehilangan yang Menyisakan Luka "Kehidupan itu Kadang tidak Bisa Ditebak Bukan ?, Kebahagiaan dan Kesedihan Bercampur Menjadi Satu,Tawa dan Tangis Secara Bersamaan,Berjuang dan Menyerah Setiap Hari."-Jaka "Aku Setiap Hari Bersyukur namun Mengapa Ini Terjadi Padaku."-Suhana "Dulu Aku Mengira Kalau Hidupku Seumur Hidup Dipenuhi Dengan Kegelapan, namun Aku Menarik Perkataan itu Karena Hidupku Sekarang Menjadi Lebih Indah dan Berarti,Terima Kasih Tuhan Sudah Mengabulkan Do'a ku."-Ahesa "Untuk Ayah,Ibu,dan Kakak,Aku Tidak Pernah Membenci Kalian Walaupun Selama ini Kalian Tidak Pernah Menganggap Aku Ada,Aku Ikhlas Dengan Semua Yang Sudah Terjadi."-Jasmine "Pernikahan Dilakukan Hanya Sekali Seumur Hidup,Untuk Itulah Aku harus Memilih nya Dengan Baik."-Wira "Mengapa Balas Dendam yang Kulakukan Malah Tidak memberikan aku Kepuasan Tapi Justru Perasaan Bersalah."-Sean "Aku Akan Bertanggung Jawab, Tidak Peduli Apapun yang Menjadi Tantangan Kedepannya Pasti Akan Kulewati Demi Kita Bersama."-Tian "Kamu Jangan Terlalu Keras Dengan Dirimu Sendiri, Kumohon..."-Nina Akankah Mereka Bisa Melewati dan Menerjang Badai yang Akan Selalu Menimpa Secara Tidak Terduga ? Akankah Mereka Bisa Bertahan Dengan semua Cobaan dan Ujian yang Dihadapi ? Akankah Mereka yakin dan Bisa Saling Menguatkan ? By abibi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines