Story cover for Kanvas Asa by ratusingkong_
Kanvas Asa
  • WpView
    LẦN ĐỌC 1,964
  • WpVote
    Lượt bình chọn 769
  • WpPart
    Chương 11
  • WpView
    LẦN ĐỌC 1,964
  • WpVote
    Lượt bình chọn 769
  • WpPart
    Chương 11
Đang sáng tác, Đăng lần đầu thg 7 09, 2025
Adalah asa,

Alasan manusia untuk memilih bertahan dan masih ingin melihat fajar esok hari.

Bagi Enzo asa itu sederhana. Dua adik perempuannya-Ananta dan Amaya. Setidaknya Enzo mengusahakan yang terbaik, untuk menebus dosa masa lalu yang bahkan bukan kesalahannya.

"Kalau kamu nggak lahir, Mas... hidup kita semua nggak akan seberantakan ini."

Kata-kata Ananta itu masih membekas.

Tapi kalau boleh memilih... Enzo juga ingin tidak lahir

Ini kisah tentang keluarga yang retak, tentang cinta yang tak pernah cukup, dan harapan yang dipaksa untuk terus hidup, bernama Kanvas asa.
Bảo Lưu Mọi Quyền
Sign up to add Kanvas Asa to your library and receive updates
Hoặc
#280wattpad2025
Nội dung hướng dẫn
Bạn cũng có thể thích
Bạn cũng có thể thích
Slide 1 of 10
Simfoni Jiwa cover
Gila!?, Gue Jadi Kucing?!  cover
Bound by Him  cover
Kesempatan Kedua Heraya cover
My Step Mom? cover
Ayyara & Abang Pras cover
Unexpectedly Yours  cover
Dua Langit Berbeda cover
BOUND WITHOUT LOVE cover
Istri Nakal Gus Afan cover

Simfoni Jiwa

98 chương Đang sáng tác

Layaknya sebuah simfoni yang rumit namun selaras, jiwa Bhadrika dan Tavisha mengalun indah melalui untaian kisah yang manis. Tayangan acak di Youtube menjadi langkah awal Tavisha mengenal sosok Bhadrika. Rasa kagum, hati yang berbedar, dan senyum yang mengembang muncul begitu saja hanya karena membaca namanya, mendengar suaranya, dan melihatnya lewat gambar. Sejalan dengan itu, harapan pun tumbuh seiring dengan do'a yang dipanjatkan. Meskipun logikanya seringkali menentang. Karena sosok Bhadrika bukanlah sosok yang biasa. Bhadrika adalah seorang laki-laki yang memiliki latar belakang keluarga, pendidikan, karir, dan relasi yang luar biasa hebat. Masyarakat bahkan menyematkan panggilan: mas-mas Jawa premium untuk sosoknya. Gelar dan amanah yang di emban Bhadrika sejak usianya genap 24 tahun itu membuatnya perlahan mulai kehilangan sosok dirinya sebelum naik tahta. Pertemuannya dengan Tavisha di ruang kerjanya siang hari itu, obrolan singkat mereka, gestur tubuh perempuan itu, tanpa sadar menarik Bhadrika untuk jatuh ke dalam pesona perempuan itu yang mampu membuatnya meraih rasa rileks dengan mudah. Namun Bhadrika tahu, Tavisha juga tahu, jika semuanya tidak akan semudah itu.