When the Scars Bloom

When the Scars Bloom

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 18, 2025
Bagi Nayara, luka bukan hanya rasa sakit. Luka itu menjelma nyata-muncul di kulitnya sebagai bunga yang mekar dari retakan hatinya. Pengkhianatan membuatnya runtuh, meninggalkan jejak yang tak bisa ia sembunyikan lagi. Ia tidak mencari siapa pun. Tidak menunggu siapa-siapa. Sampai satu pertemuan yang tak disangka menghadirkan sosok tenang yang perlahan-lahan menembus dinding yang Nayara bangun begitu tinggi. Mereka tidak pernah mengaku saling mencintai. Mereka hanya saling mendengar, saling memahami... dan saling tumbuh. Ini bukan kisah cinta yang terburu-buru. Ini kisah tentang pelan-pelan sembuh, pelan-pelan percaya, dan pelan-pelan membiarkan hati mekar lagi. Ini bukan kisah tentang melupakan rasa sakit. Ini adalah kisah tentang menerima luka, merawatnya, dan membiarkan luka itu bertransformasi menjadi sesuatu yang indah. Karena ternyata, luka pun bisa berbunga. "When the Scars Bloom" sebuah cerita tentang memilih bahagia, bahkan ketika bekasnya belum hilang sepenuhnya. This isn't a story about forgetting. It's a story about surviving, healing... and blooming.
All Rights Reserved
#56
fantasiremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trapped in a Psycopathic Novel
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • MORGAN
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • Perfect Antagonist (on going)

Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya. Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya. Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film. Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun. Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri. Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini. Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana. "Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin. Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh? "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu! S: 19-12-2023 P: 27/01/24

More details
WpActionLinkContent Guidelines