Hari ini, Jangan Mati Dulu

Hari ini, Jangan Mati Dulu

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 19, 2025
Sebuah kota yang katanya surga bagi para pencari mimpi, selalu penuh dan tidak pernah tidur. Tapi apakah itu benar?. Bagi seorang remaja berjuta mimpi bernama Anando Syahputra, berebut oksigen dalam sesaknya kota yang orang bilang ini ada surga. Namun hidupnya berubah saat menerima fakta sesuatu yang sudah lama keluarganya tutupi selama hidupnya. Sampai dia bertemu dengan orang asing, penjual bakso yang aneh menurutnya. Baginya, seporsi bakso cukup untuk menyelamatkan hidupnya. Namun siapa dia? Terlepas dari itu, apakah kota ini seperti yang orang lain bilang? atau hanya karangan para penjual mimpi yang menggantung entah dimana?. Perjalanannya bersama Rayqi Sanjaka membawanya kepada kemungkinan - kemungkinan hidup yang tak pernah terpikir olah dirinya. Akankah baik atau buruk semua kembali pada nasib ke dua tangannya. Lantas, bagaimana hidup membawa Anando menjalani hidupnya di kota yang mereka bilang SURGA? akankah mimpinya terwujud atau terkubur karena keadaan yang memaksa?.
All Rights Reserved
#528
kehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines