Citta - Lukisan Kesadaran

Citta - Lukisan Kesadaran

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 10, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Bukan kesadaran yang lahir lebih dulu, melainkan keberadaan-sebuah keberadaan yang dikirimkan tanpa pilihan, tanpa kehendak. Aku hanya tiba, ditarik dari ketiadaan menuju panggung dunia. Di sana, dalam tangisan yang belum mengenal makna, dunia pun mulai membentukku, perlahan, sabar, dan kadang dengan kejam. Setiap fase bukan sekadar waktu. Ia adalah ranah tempat jiwa ditantang untuk tumbuh, atau hancur. Kanak-kanak, remaja, dewasa-nama-nama itu bukan penanda umur belaka, melainkan medan bagi motivasi-motivasi purba dan konflik-konflik batin yang saling bersaing. Aku berjalan di lorong-lorong takdir, tak sepenuhnya sadar bahwa di balik setiap langkah, ada keputusan, dan di balik setiap keputusan, ada bayang-bayang jejak yang tak bisa kuhapus. Pengalaman, katamu? Ia tidak sekadar datang-ia menyerang, merangkul, menghancurkan, lalu membentuk kembali. Aku seperti tanah liat dalam tangan waktu, kadang dibentuk indah, kadang ditinggal pecah. Namun di sana pula, dalam retakan itu, aku mulai melihat diriku. Takdir bukan garis lurus, dan hidup bukan skenario agung yang sudah ditentukan. Ia adalah dialog, tarian antara kehendakku dan kekuatan dunia yang tak bisa kuabaikan. Setiap pilihan yang kuambil, entah berdasarkan cinta, ketakutan, harapan, atau dendam, menciptakan gurat cerita yang tak bisa terulang. Hingga di akhir nanti, dalam keheningan yang sama seperti awalnya, aku tahu: bukan tentang berapa lama aku berjalan, tapi sejauh mana aku mengenali setiap langkah itu. Dan mungkin, hanya mungkin, di sana-di titik terakhir di mana dunia melepas aku kembali ke diam-aku akan tersenyum, mengingat bahwa aku pernah mencoba menjadi manusia sepenuhnya.
All Rights Reserved
#146
monolog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teman Kecilku [END]
  • Permission, and Love
  • Transmigrasi Ke Novel ABO? (GXB🔞)
  • DIFFICILIS
  • Half Of My Heart ​
  • GADIS BERHIJAB YANG LUGU MENJADI LIAR DAN NAKAL
  • JURAGAN DESA
  • AWALNYA MENCOBA EKHSIB, ISTRIKU BERUBAH MENJADI LIAR MENGANCAM RUMAHTANGGA KU
  • katanya mirip
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK

"Kamu milikku" -Arezvan "Yeayy kita teman!" - Arlley. Arlley, hanya seorang anak penjual kue keliling yang secara tidak sengaja melihat Arezvan, anak dari keluarga yang kaya itu sedang duduk sendiri di ayunan. Pertama kali nya Arlley mengajak Arezvan untuk berteman. Menjadi teman nya. Sejak hari itu. Jam 2 siang di taman Melati, menjadi janji yang tidak akan pernah Arezvan lupakan. ⚠️Utamakan baca sampai habis. Tapi kalo memang ga suka dari awal ya, tinggal cabut saja. Jangan langsung di kritik menjatuhkan! Atau ninggalin jejak jelek. Cukup di saranin dengan baik baik saja. ⚠️Ga semua cerita alurnya happy happy terus, pastinya ada yg konflik di pertengahan, termasuk cerita aku ini. Jadi mohon kalo ga suka jangan di komen jelek, ketikan kalian kadang bikin aku sakit hati. Bukan karna baper!

More details
WpActionLinkContent Guidelines